11:53 pm - Friday August 1, 2014

Pengalaman Penyusunan ASIA Berbasis HAM Tahun 2010

Pembangunan merupakan proses kegiatan yang terus-menerus yang bertujuan untuk mencapai kearah keadilan yang lebih baik. Proses ini membutuhkan modal baik dana, teknologi maupun manusia. Diantara ketiga faktor ini sumber daya manusia adalah faktor terpenting. Sumber daya manusia ini harus benar-benar dapat diandalkan sebagai modal pembangunan. Oleh karena itu, sumber daya manusia perlu dibina sedemikian rupa menjadi sumber daya yang berperan aktif dalam setiap pembangunan.

Secara alamiah anak tumbuh menjadi besar dan dewasa, dan anak merupakan bagian dari aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Mereka adalah generasi pelanjut perjuangan bangsa yang akan menerima tongkat  kepemimpinan di masa yang akan datang. Sebagai pewaris kemerdekaan pemuda bertugas mengisi kemerdekaan, memikul tanggung jawab masa depan terhadap maju mundurnya suatu negara. Agar anak mampu melaksanakan tugas-tugas melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan dari generasi pendahulunya, maka kepadanya perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara wajar baik rohaniah, jasmaniah maupun sosial.

Sebagai tindak lanjut atas permasalahan terkait kondisi ibu dan anak tersebut, maka telah dilakukan penyusunan Buku Analisis Situasi Ibu dan Anak (ASIA) sejak tahun 1998 Tahun 1998: ASIA dikembangkan dengan pendekatan siklus hidup; pada Tahun 2006: UNICEF memperkenalkan HRBAP (Human Rights-Based Approach to Programming)/ Perencanaan Program Berbasis HAM; kemudian pada Tahun 2007 Bappenas-Bangda-UNICEF mengembangkan modul ASIA berbasis HRBAP serta Pelatihan ASIA berbasis HAM bagi 21 Kab/Kota lokasi kerjasama di Medan, Bali, Manado. Lanjut pada Tahun 2008, Tersusun 15 ASIA berbasis HRBAP dari 15 Kab./Kota, kemudian Tim KHPPIA Pusat melakukan Evaluasi yang hasilnya bahwa kualitas ASIA masih belum sesuai harapan. Sehingga direkomendasikan untuk menyusun pedoman ASIA yang bisa diacu oleh Pemda sehingga dukungan APBD bisa dialokasikan untuk penyusunan ASIA. Pada Tahun 2009. Yang dimulai pada bulan Januari – awal bulan Mei, Proses penyusunan pedoman ASIA dengan menggunakan pendekatan siklus hidup dan pendekatan hak, dan pada pertengahan Mei Petunjuk Teknis ASIA ditandatangani oleh Bangda dan Bappenas untuk seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota. Dan masih pada bulan Mei hingga Agustus Tahun 2009, dilaksanakannya sosialisasi petunjuk teknis ASIA dilakukan dalam forum-forum pertemuan pusat dan daerah; terakhir pada September-Desember dilakukan Lokakarya ASIA seluruh stakeholders dan penyelesaian hasil ASIA di Kab/Kota percontohan (yakni: Polewali Mandar dan Surakarta). Di Kabupaten Polewali Mandar, Pada Tahun 2010, Proses pemanfaatan hasil ASIA untuk perencanaan pembangunan daerah untuk tahun 2011, dan pada Januari-Februari 2010, Hasil ASIA (masalah prioritas, indikator, rencana kerja, anggaran, dll) divalidasi dan diverifikasi didalam musrenbang desa/kelurahan dan musrenbang kecamatan.  Maret 2010: Hasil ASIA di komunikasikan secara formal dalam forum SKPD untuk penyempurnaan dan koordinasi ASIA dengan isu-isu SKPD, Hasil ASIA diakomodir oleh Bappeda dalam menyusun Rancangan Awal Rencana Pembangunan Daerah (RPJPD, RPJMD, RKPD), dan Hasil ASIA diklarifikasi oleh pemangku kepentingan dalam musrenbang Kabupaten/Kota. Dilanjutkan dengan pengembangan peran provinsi dalam fasilitasi pengembangan ASIA Kab/Kota melalui pemanfaatan fasilitator provinsi/daerah (Fasda). Dilakukan pula lokakarya finalisasi dokumen ASIA. Terakhir, sosialisasi dan advokasi tingkat kabupaten yang dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2010 dan dilanjutkan pada tingkat provinsi Sulawesi barat yang dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2010

Buku ASIA yang berbasis HAM ini merupakan sebuah bentuk kajian untuk menganalisis situasi ibu dan anak dengan perspektif keterpenuhan kebutuhan dasar ibu dan anak. Pendekatan hak dalam ASIA membantu mempertajam penilaian situasi yang berorientasi pada pengumpulan informasi terkait dengan situasi ibu dan anak dan penajaman pada isu serta tantangan yang dihadapi oleh ibu dan anak. Agar dapat diketahui permasalahan sesungguhnya, dan penyebab permasalahan serta cara penanganan-nya maka diperlukan sebuah rumusan kebijakan yang tepat. Selain itu,  pendekatan berbasis Hak Azasi Manusia (HAM) dalam penyusunan Analisis Situasi Ibu dan Anak (ASIA) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keinginan bagi setiap orang untuk menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan dan anak.

Penulisan ASIA HRBAP adalah proses yang “baru, untuk mempromosikan hak anak dan perempuan, melibatkan masyarakat, NGO, lintas sector, anak, dimana dalam tahap penyususnannya banyak sekali cerita yang perlu dishare dan disikapi – knowledge,

Proses Penyusunan Analisis Situasi Ibu dan Anak di Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah melibatkan beberapa SKPD yang terkait dengan situasi ibu dan anak, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Pemuda & Olahraga, Dinas Sosial, Tenaga Kerja & Transmigrasi, BPS, Dinas Kependudukan & Catatan Sipil, dan BKKB & PP, Selain itu juga melibatkan perguruan tinggi yakni Universitas Hasanuddin, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lokal yakni LPSP, LK2BS, Mandar Institute, Yasmib   dengan dikoordinir oleh Bappeda Kabupaten Polewali Mandar.

ASIA berbasis HAM yang dipadu dengan Buku Pengalaman Penulisan ASIA ini merupakan sebuah bentuk kajian untuk menganalisis situasi ibu dan anak dengan perspektif keterpenuhan kebutuhan dasar ibu dan anak. Pendekatan hak dalam ASIA membantu mempertajam penilaian situasi yang berorientasi pada pengumpulan informasi terkait dengan situasi ibu dan anak dan penajaman pada isu serta tantangan yang dihadapi oleh ibu dan anak. Agar dapat diketahui permasalahan sesungguhnya, dan penyebab permasalahan serta cara penanganan-nya maka diperlukan sebuah rumusan kebijakan yang tepat. Selain itu,  pendekatan berbasis Hak Azasi Manusia (HAM) dalam penyusunan Analisis Situasi Ibu dan Anak (ASIA) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keinginan bagi setiap orang untuk menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan dan anak.

Penyusunan ASIA di Kabupaten Polewali Mandar bukan hal yang baru karena telah dimulai sejak kerjasama periode 2000-2005, hingga periode 2006-2010. Pengalaman Pemkab. Polewali Mandar ini akan menjadi bahan bagi kabupaten/kota untuk dapat menyusun ASIA berbasis HAM yang lebih baik. Sehingga dalam menyediakan insertplan analisis yang dapat dijadikan sebagai masukan pemerintah dalam perencanaan pembangunan daerah, sebagai alat pengendalian perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan SDM-Dini Daerah, dan dapat digunakan sebagai sarana penyamaan persepsi dalam pengambilan keputusan dan menentukan prioritas program pembangunan Daerah.

Ada beberapa faktor penting dalam penyusunan Analisis Situasi Ibu dan Anak (ASIA) berbasis HAM Tahun 2010 yakni:

1.       ASIA dikembangkan terlebih dahulu dengan mengintegrasikannya hasil ASIA ke dalam proses perencanaan pembangunan daerah, yang kemudian dokumennya baru dapat disusun setelah hasil-hasil tersebut telah termuat dalam dokumen perencanaan daerah.

2.       ASIA dikembangkan dengan pendekatan siklus hidup dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang didalam analisisnya sangat menekankan ada pola hubungan antara pengemban tugas dan pemegang hak klaim sehingga analisis ini menjadi lebih tajam dan akurat.

3.       ASIA saat dikembangkan benar-benar melibatkan seluruh stakeholder pembangunan di daerah. Mulai dari SKPD yang terkait, legislatif, masyarakat itu sendiri, serta kelompok mediasi.

Sesuai dengan peranannya, ASIA HAM adalah suatu upaya untuk mengkritisi situasi ibu dan anak dalam kaitannya dengan hak-haknya. ASIA HAM ini sudah dirintis oleh pemerintah bekerjasama dengan UNICEF sejak tahun 90-an. Demikianpula yang terkandung dalam indikator-indikator IPM dan 8 indikator MDGs sebenarnya telah terjabarkan secara rinci dalam indikator kunci ASIA HAM. Oleh karena itu, apabila mengimplementasikan pendekatan ASIA HAM dengan benar, baik langsung maupun tidak langsung sebenarnya kita telah mereview dan memberikan landasan analisis kritis bagi pencapaian MDGs agar bisa lebih meningkat dan memberikan landasan kritis bagi program-program pencapaian MDGs. Sehingga ini nantinya dapat dijadikan pedoman penyusunan bagi kabupaten lain dalam pengembangannya.

Untuk lebih jelas: Download Buku Pengalaman Penyusunan ASIA HAM

Filed in: Goal 1, Goal 2, Goal 3, Goal 4, Goal 5, Lapkeg

Comments are closed.